Showing posts with label NFN Architects. Show all posts
Showing posts with label NFN Architects. Show all posts

12/7/09

Sayembara UNM Makassar (Top 20 finalist)


Poject :
Academic Service Centre UNM Makassar
Location : Jl. Tebet Barat, Jl.Tebet Timur - Tebet, Jakarta Selatan
Architect : NFN architects (Novan Prayoga, Muhammad Fajri, Nutrian Galupamudia)







NFN kembali beraksi, kata-kata yang mungkin bisa mewakili keikutsertaan NFN Architects dalam kompetisi desain ini. Dengan kesibukannya masing-masing dalam berpraktisi, NFN berusaha menyelipkan waktunya khusus untuk berkumpul kembali dan menghasilkan karya. Sekalipun hanya berhasil goal ke top 20, NFN cukup merasa puas dengan hasil desain dan pengorbanannya (Thanks to “Panop one day Express” bandung-jakarta-MAKASSAR-jakarta-bandung). Berikut ini lampirannya...

Irama Baru Sang Perahu Layar

THE URBAN TROPICAL

Dengan konsep dasar “The UrBan TopIcal”, bangunan dirancang dengan menampilkan sisi kualitas urban secara visual namun tropis secara implisit. Sebuah penggalian konsep urban yang dipadukan dengan respon terhadap iklim tropis. The Urban Tropical menjadi pilihan tepat yang diambil perancang untuk menggambarkan akan kemajuan teknologi yang tetap kontekstual dan responsif.

Monochromatic, Metal and Glasses.. tampak jelas membungkus kulit bangunan dengan tidak lupa penggunaan SPSM serta unsur hijau yang sedemikian rupa menjadi salah satu usaha responsif terhadap iklim tropis...


Frontal Facade from the main road

THE STOLEN VISTA

Ketika mengambil keputusan untuk memajang wajah baru pada sebuah kawasan lama, tidak serta merta membangun benteng masif secara arogan. Sebuah konsep bingkai curian atau yang disebut diatas sebagai the stolen vista, dicoba untuk diterapkan pada konsep masa bangunan utama sebagai bingkai terhadap bangunan2 eksisting yang justru menjadi fungsi utama sebuah kampus. Stolen Vista juga menjadi sebuah koneksi antar 2 area kampus yang terpisah jalan utama. Hal ini menjadikan koneksi antara sisi kampus timur dan barat semakin kuat.

Mass blocking of UNM Campus

Koneksi yang diperkuat pada olahan masa antara kawasan eksisting bagian barat dan kawasan ekisting bagian timur diperlihatkan pada blok plan diatas. Secara vertikal dan horizontal, perancang berusaha menjadikan rancangannya tidak sebagai blok masa yang berdiri sendiri.

Climate Analisys for site and buildings

Analisa iklim pun tidak luput menjadi salah satu impuls terbentuknya olahan masa tersebut. Heat gaining, wind velocity menjadi tolok ukur utama pembentukan tropical building and tropical landscape, yang setidaknya mampu mereduksi penggunakan pengkondisian udara buatan pada bangunan serta membentuk ruang-ruang luar yang layak guna dan menyehatkan.


THE SILHOUTTE OF SAILS

Perancang ingin menghadirkan sebuah perahu layar sebagai deskripsi semangat perjuangan kampus yang ingin bergerak sebagai kampus berstandar international pada nantinya. Dalam hal ini penerapan perahu layar tidak teraplikasi secara eksplisit, sehingga perancang memaparkan perahu layar sebagai siluet.

Another applied concepts


Main Building Section and Elevation

Section and Elevation of supporting building


Site Planning diolah dengan konsep green belt, sebagai penyelesaian secara climatic dan juga sebagai area transisi antara perubahan style yang cukup jauh antara bangunan eksisting dan bangunan baru.

Site Plan

2nd and 3rd floor


4th and 5th floor


The tower's typical floors


The Details

Like Brian Jan, a landscape master from EDAW AECOM said "work on details, even when work on a bigger pictures". Ketika detail itu penting sebagai salah satu fokus kecil untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Pada detail di atas perancang mencoba memaparkan bagaimana olahan fasade menjadi sebuah penyelesian tropical.

Another Perspectives

Masa bangunan mencoba berdiri ramah sejalah dengan skyline kota. Tata olahan memanjang diadopsi sebagai penyelesaian dasar untuk penggunaan modular efisien dan climate responsif.

Another Perspectives


Another Perspectives

PS: click the pictures to enlarge


12/4/09

NFN goes to campus!


THE INVITATION

11 September 2008, semula ini merupakan sebuah acara study tour mahasiswa arsitektur tingkat 2 dan 3, yang tentu saja NFN tidak termasuk di dalamnya karena sudah berstatus sebagai ENDING-SEASON student.. yaitu mahasiswa tingkat 4 yang sedang sibuk2nya menjalankan tugas akhirnya. Dengan iming2an itung2 jalan2 gratis ke salah satu Gedung rancangan Ridwan Kamil sang pendiri URBANE ini NFN cukup tertarik.

Universitas Tarumanegara as it appears

Dengan tanpa mengurangi kerendahan hati NFN pun diundang sebagai perwakilan presentasi kampus akan karya2-nya. Tentu saja di bidang kompetisi desain yang telah dilalui NFN selama masih menjalani perkuliahan. Dengan penuh tanggung jawab, NFN pun bersedia menerima undangan tersebut. Berangkat bersama-sama mahasiswa lain, NFN menaikin Bus Pariwisata.. and brangkaaatt...

NFN menuju spot presentasi

Sebagai perwakilan kampus untuk mempresentasikan karyanya ke kampus lain menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat NFN yang terdiri dari Novan, Fajri dan Nutrian. Grup arsitek kecil yang memulai karir mereka dari kesamaan visi akan menyelesaikan tugas bersama dalam bidang Landscape Architecture ini berangkat dengan persiapan presentasi khusus yang akan dipersembahkan untuk kawan mahasiswa arsitektur di kampus Universitas Tarumanagara.

Bahan presentasi NFN, 1st winner Taman Tebet Competition


Tanya jawab pun tidak terelakan dari tiap-tiap presentasi, kritik dan sanggahan pun tidak lupa dilontarkan oleh audiences terutama para Dosen Arsitektur Univ. Tarumanagara. Tapi memang sangat seru dan menegangkan, dan hal seperti ini yang sepertinya diharapkan.. Seperti Paul Arden said "Do not seek for Praise, seek for critisism.." Jadi semuanya saling bertukar ilmu satu sama lain..


AT GEDUNG 28

Mahasiswa dan mahasiswi berada di pintu kedatangan

Next Destination yang juga sebagai Final Destination untuk Study Tour mahasiswa di jakarta ini. Sebuah bangunan yang terletak di sudut persimpangan jalan di kemang menjadi pilihannya. Bangunan yang dikenal dengan sebutan Gedung 28 ini merupakan salah satu masterpiece dari Arsitek kenamaan Indonesia yang berkantor di Sektor 1 BSD. Dikenal sebagai Arsitek yang merancang dari dasar komposisi dan keindahan yang sejalan dengan keindahan wanita ini, Andra Matin menggubah dua fungsi masa yang saling terintegrasi menjadi sebuah bangunan yang membawa kita akan space-intrigue yang mengejutkan.

Point of View dari semarak kumpulan garis pada fasade

Ekspressi garis bidang pada fasade menjadi bagian paling dominan yang tampak pada bangunan ini. Dengan tidak mengurangi ekspressi2 tersebut, sang perancang membubuhi bagian2 tertentu dengan beberapa titik tangkat yang mungkin dapat menjadi ciri khans bangunan ini saat selintas terlewatan. Sebuah karya yang mudah diingat, itulah ciri karya Bapak Andra Matin.


Salah satu ruang unggulan dengan romantika tanpa nyawa

Pak Aang, begitu sapaan akrabnya, merupakan arsitek yang mengagumi akan kejujuran material yang hampir selalu menjadi andalan bapak tampak sekali pada bangunan ini diungkapkan secara lugas olehnya. Permainan Elevasi yang cukup manis digarap dengan sempurna oleh sang perancang. Gedung 28 menjadi salah satu mahakarya bangunan yang menjadi banyak inspirasi para calon2 arsitek muda indonesia.. Konsep implisit namun nyata menjadi salah satu keunggulan Gedung 28 ini.

Ketika pengunjung berinteraksi dengan isi museum (model: Novan from NFN)

11/13/08

Sayembara Taman Kota Tebet (1st Winner)


Poject : Taman Kota Tebet

Location : Jl. Tebet Barat, Jl.Tebet Timur - Tebet, Jakarta Selatan
Architect : NFN architects (Novan Prayoga, Muhammad Fajri, Nutrian Galupamudia)







SITE
DESCRIPTION


Lahan seluas +/- 25.000m2 ini, dahulu merupakan sebuah taman kota yang kini keberadaannya tidak dianggap lagi sebagai sebuah taman yang dapat dapat mengakomodasi masyarakat sekitarnya...

Image Hosted by ImageShack.us
Peta udara site eksisting.


Penampang melintang site eksisting.

Lahan taman tebet dapat dikategorikan sebagai lahan landai karena kemiringan kontur hanya sekitar 5-8 derajat yang menurun menuju sungai yang membelah taman secara memanjang. Sampai saat ini dominasi penggunaan ruang pada taman tebet adalah sebagai tempat pembuangan sampah masal dan pemukiman liar yang kurang higenis.


Foto eksisting pada taman - Foto eksisting di sekitar taman.

Kondisi eksisting yang cukup memprihatinkan tersebut menjadi stimulus bagi pemerintah kota Jakarta untuk melaksanakan revitalisasi taman kota ini dengan konsep-konsep penyelesaian yang baru..

DESIGN CONCEPT

Dengan tidak menganut paham “hyperbolic”, kondisi taman tebet saat ini digambarkan sebagai sebuah tanah terbengkalai yang telah mati.. Maka konsep yang diusung adalah “Reborn of The Public Space”, dimana taman tebet baru diharapkan mampu menjadi ruang public yang lahir kembali.

Image Hosted by ImageShack.us
Ilustrasi konsep "Reborn of the public space"

Kecambah, sebuah bibit yang merupakan awal kehidupan dan siap untuk tumbuh menjadi analogi utama bagi konsep Reborn of The Public Space ini. Analogi ini diaplikasikan secara eksplisit ke dalam olahan sirkulasi utama pada Taman Kota Tebet ini.. Plasa utama menjadi diletakkan sebagai pusat inti kecambah karena merupakan pusat kegiatan yang paling utama.

Image Hosted by ImageShack.us
Analogi kecambah pada pola sirkulasi taman.

Desain final dari taman tebet ini bergantung merupakan aplikasi dari beberapa konsep-konsep yang di rencanakan. Taman Tebet dirancang dengan persentase area hijau sekitar 75% sebagai bentuk aplikasi taman yang sesungguhnya. Hal ini diharapkan dapat membentuk resapan air dengan lebih optimal.

Image Hosted by ImageShack.us
Beberapa konsep teknis.

Image Hosted by ImageShack.us
Siteplan/ Blokplan

Sirkulasi yang cukup panjang dan berkelo-kelok dapat menjadi dual-aplicated track... Yaitu sebagai track ber-speda dan untuk jogging serta pejalan kaki..

ILUSTRASI

Plasa utama - Pintu masuk utama

Plasa penerima dirancang untuk sebagai pintu gerbang utama bagi Taman Kota Tebet ini, terdapat “green sehelter” sebagai tempat duduk-duduk santai atau sekedar menunggu kerabat dating. Plasa penerima ini bisa diakses oleh pejalan kaki dan sepeda. Plasa Utama selain sebagai pusat orientasi,dengan konsep “water-front” sangat cocok sebagai amphitheatre yang cukup luas..

Dual applicated track - Area ibu dan anak.

Image Hosted by ImageShack.us
Detail jalur kanal area ibu dan anak.

Dual aplicated track yang terletak terlihat pada ilustrasi ini, dimana pejalan kaki dan pe-sepeda dapat menikmati sirkulasi taman secara harmonis. Selanjutnya terdapat are khusus yang kami namakan “Area Ibu & Anak”, pada area ini ibu dapat mengajak anak balita-nya bermain tanpa terganngu aktivias pengguna taman lainnya selain para ibu-ibu yang mengobrol sambil menjaga balita mereka. Aplikasi terapan sungai untuk keamanan area ini merupakan pendangkalan dan pembuatan kanal baru untuk mengalirkan sungai, sehingga anak balita dapat bermain basah tanpa takut tenggelam..

Sport area - Playground.

Sport Area yang menyediakan lapangan basket yang multifungsi, serta track untuk para skater yang sedang marak di lingkungan anak muda terutama di Jakarta. Selain itu playground disediakan untuk anak-anak diatas balita yang aktif dalam bergerak..


Plasa penerima sekunder

Plasa penerima sekunder, merupakan akses masuk menuju taman dari Jl. Tebet Timur yang bisa diakses oleh pejalan kaki dan sepeda. Terlihat area lesehan hijau yang diharapkan tetap menjadi tujuan utama dari keberadaan sebuat taman kota. 


Plasa penerima pada malam hari - Area duduk pada plasa utama

Water feature dengan colourfull lighting membuat Taman Tebet tetap menarik untuk dikunjungi pada malam hari, suasana “cozy” yang detemani gemericik air yang menenangkan. Berikut merupakan teknis penerapan air mancur yang dirancang pada taman.

Image Hosted by ImageShack.us
Detail penampang air mancur.

"Advises are totally allowed"


11/10/08

Sayembara Taman Ayodia (Runner Up)


Poject : Taman Ayodia

Location : Jl. Barito , Jl. Melawai, Jl. Lamandau - Kebayoran baru - Jakarta Selatan
Architect : NFN architects (Novan Prayoga, Muhammad Fajri, Nutrian Galupamudia)







SITE DESCRIPTION


Lahan kosong yang berbentuk segitiga tak beraturan merupakan sebuah area terbengkalai yang dikelilingi area perumahan dan bangunan publik lainnya. Tanah seluas + 7.500m2 itu memiliki kontur yang cukup terjal yang menurun menuju pusat lahan tersebt sehingga terbentuk genangan air yang cukup luas + 1.500m2...

Peta udara - Foto eksisting site


Ilustrasi topografi site eksisting.


BASIC IDEAS

Ide yang coba diangkat dari sebuah taman ini adalah “Taman sebagai Oase kota” untuk Jakarta Selatan. Ditinjau dari kata Ayodia yang berarti keindahan nirwana/ surga, maka desain taman yang ingin dimunculkan adalah keindahan yang senantiasa merupakan keindahan alam.. yang didukung oleh keberdaaan genangan air yang nampak seperti danau yang dapat menunjang konsep oase itu sendiri. Selain itu keberagaman gaya hidup masyarakat jakarta yang masih dapat dirasakan secara nyata.

Image Hosted by ImageShack.us
Skematik stimulus perancangan.

Dari konsep dasar diatas, maka taman Ayodia dirancang dengan konsep “DUAL STYLE PARK with ARTIFICIAL BAY”..
Taman dengan 2 gaya yang dipadukan yang ditambah dengan pantai buatan, diharapkan mampu mewakili keberadaan sebuah TAMAN AYODIA di tengah kota jakarta.


DESIGN CONCEPT

Image Hosted by ImageShack.us
Konsep desain skematik.

Dari konsep diatas, berikut aplikasinya terhadap taman Ayodia dengan berbagai “features” penunjang untuk mendukung eksistensi taman sebagai ruang publik yang dapat berfungsi secara optimal.



Siteplan - Bird eye view.

Konsep “artificial bay” yang diaplikasikan pada taman ini sebagai juga dikonsepkan untuk menjadi sebuah pengetahuan akan pasang-surutnya air.. dengan “treatment” khusus pada bagian utilitas taman sehingga genangan air pada saat pasang diusahakan tidak meluber ke daerah rumput.

Detail perencanaan artificial bay.

Image Hosted by ImageShack.us
Simulasi konsep pasang surut air pada artificial bay.

Image Hosted by ImageShack.us
Rekomendasi material dasar pada taman.


Tama Ayodia diharapkan mampu menjadi ruang publik baru yang dapa dinikmati baik siang maupun malam hari. Sehingga dapat menjadikan kembali budaya cinta akan taman di Indonesia.


Main plasa - artificial bay.


Dek dan amphi theatre- colorfull lighting pada malam hari.


Penggunaan lighting yang berwarna-warni merupakan salah satu terapan terhadap keberagaman budaya bangsa yang ada di kota Jakarta dan juga merupakan serapan dari warna-warni pada boneka khas betawi yaitu “ondel-ondel”, sehingga taman Ayodia merupakan taman yang dapat menyatukan budaya masyarakat untuk berkumpul atau hanya sekedar kongkow-kongkow di taman yang hiu ini...


Bird eye view pada malam hari.


Suasana plasa malam hari - the lake.

"Advises are totally allowed"

Image Hosted by ImageShack.us
logo by: fajspro