
11/16/11
When it's built and they love it..

4/6/11
@SoalArsitek : forum tanpa portal
"Berdiskusi... sebuah kegiatan pencarian solusi - sebagai ajang deklarasi diri - sebuah umpan unjuk gigi dalam kotak kematangan pribadi.."Perihal arsitektural tak lepas dari unsur komunikasi, yang dalam hal ini pelaku cenderung berdiskusi untuk integrasi satu persoalan ke persoalan lainnya. Namun waktu dan tempat terkadang yang menjadi batasan mengesampingkannya. Dalam dunia cyber-networking sepertinya hal itu sedikit terpecahkan dengan hadirnya forum-forum. Ketika lokasi dan pelaku diskusi akan lebih tak terbatas dengan adanya forum, materi dan sambutan/ balasan pun lebih beragam yang mungkin bisa dikategorikan sebagai unsur tanpa batas.
Belum lama ini penulis menemukan sebuah nama di twitter yang cukup menggema dalam barisan arsitektural, tak sulit diingat @SoalArsitek namanya. Kini cukup banyak yang mengatakan "belum ngarsitek kalo ga follow @SoalArsitek..." agak geli juga membaca ungkapan barusan. Dengan hadirnya @SoalArsitek di twitter, penulis sebagai salah satu pengguna twitter aktif cukup merasakan manfaatnya dalam hal berbagi dan dibagi.. menginfo dan diinfokan.. bertanya dan ditanya.. dan tentu kebanyakan merupakan perSOALan ARSITEK .. yang dipandang dari banyak aspek.
So, kalau memang penasaran dengan kebenaran "belum ngarsitek kalo ga follow @SoalArsitek..." , mungkin baiknya diintip dan dicoba dulu.. seperti melihat masakan di TV dan kemudian mencicipinya. Tapi, tentu saja pada akhirnya semua kembali pada selera kita. Selamat berbagi, selamat menginspirasi.. dan sepertinya @SoalArsitek memang hadir untuk ajang diskusi.
"sharing arsitektur via twitter, boleh serius boleh becanda, asal jangan menyakitkan :) .."
3/30/11
Menginspirasi tiada henti : Rizal Muslimin
Sebuah judul yang bukan spontan terpaparkan, karena sejak dulu memang begitu. Dini hari ini tidak ada yang lebih membuat penulis semangat selain bercerita tentang idolanya yang kini tengah studi di salah satu Sekolah Tinggi tersohor di Amerika serikat... Pak Rizal Muslimin.Hobi berkompetisi, sekiranya kami mengenal beliau begitu.. mungkin hal tersebut yang membuatnya menjadi salah satu kompetitor tersulit di negeri ini tak heran para pesaingnya memanggilnya macan sayembara. Yah sewajarnya ketika melakukan sesuatu dengan senang hati maka hasilnya cenderung optimal, begitu lah kira2 kalo kata Pak Ridwan Kamil (partner/pimpinan Pak Rizal dalam tim semasa di Urbane)
Arsitek lulusan cumlaud perancangan S2 ITB ini menjadi salah satu inspirasi terkuat dalam berkompetisi pada masanya. "..jadikan budaya sebagai data dan otak sebagai prosessor" pesan singkat yang kerap memberi motivasi pada beberapa mahasiswanya, sebut saja salah satunya penulis ini. Mungkin terdengar agak robotik, tapi itulah esensi peran otak yang sesungguhnya dalam kaitannya akan sebuah karya, dan diharapkan akan membawa kita bereksplorasi untuk solusi bahkan inovasi.
Pak Rizal Muslimin terkenal dengan ciri khas bangunannya yang kerap muncul dengan bentukan2 aplikasi material yang tidak biasa. Ketekunan Beliau akan eksplorasi material, membawanya pada juara 1 international Brickstainable Competition yang didapat pada masa studi Doktor-nya di kampus MIT-Amerika Serikat 2009. Kemudian kemenangan itu dilanjutkan dengan diraihnya Honorable-Mention pada Brickstainable Competition putaran kedua 2010 silam.
Berikut sekiranya beberapa karya beliau yang tentunya menginspirasi.. hingga KINI --v
3/28/11
Tidak Ada Juara 1 .. ???

Menurut Author BlogMyMind --v
Hmm... yang ini lucu, yg disebut juara 1 adalah peraih point tertinggi bukan point sempurna.. karena yang disebut sempurna itu tidak akan pernah ada sejauh kriteria juri yg mungkin overrated
.. kembali pada rencana awal pemenang yaitu 3 besar mengapa dipotong jadi 2 besar, ironis sih mendengarnya.
Mengingat sebuah sayembara Masterplan Kampus ASMI yang diadakan Holcim dan Kampus ASMI di tanggerang bulan lalu, dimana Seorang Professor dari Holcim di jerman pun menilai karya2 yang masuk tidak ada yg memenuhi kriteria, namun tetap 4 besar diumumkan > KIND Architect (juara 4), AMA (juara 3), Urbane (juara 2), Mamo Studio (juara1). Si professor mengatakan "dari 4 besar ini sebenarnya tidak ada yg pantas jadi juara, karena karya2 blm ada yg memiliki konsep dan metode yang ingin dicapai akan penerapan sustainable-nya". Tapi tetap juri pun sportif dengan menempatkan peraih point tertinggi sebagai juara 1.
Apakah para Juri The Local Tripod ini latah terhadap perkataan si professor holcim tersebut?? mengingat salah satu jurinya merupakan salah satu dari 4 besar di Sayembara Holcim tersebut. Namun Ironis-nya, eksekusi juri The Local Tripod memang agak kurang bijak. Krn bagaimanapun penilaian tertinggi adalah milik juara 1, atau mungkin kalaupun tidak ada juara satu tetap 3 besar harus dipertahankan, mungkin dengan menyebut 2 orang juara II dan 1 orang juara III, itu akan lebih baik. Bukan semata karena uang atau apa, tp itu yg disebut penghargaan terhadap sebuah karya.
1 kata > IRONISDANLUCU <-- eh, itu dua kata ya.. hehee -_-'
- Thanks dan Tetap Semangat Berkarya -
3/22/11
Rumah balon-nya Mr. Fredricksen dibuat nyata
Mengingat petualangan seru Russel dan Mr. Fredricksen dalam animasi Disney PIXAR Up!, tentu yang tidak terlupa selain karakternya yaitu rumah balon terbang-nya.Di danai oleh National Geographic channel, dalam sebuah acara "How Hard It Can it Be?" sekelompok teknisi mencoba merakit struktur dasar rumah ringan, yang tentunya bisa dimasuki 1 atau 3 orang.
300 balon raksasa diikat pada struktur2 utama rumah dengan membolongi bagian tengah pada atap rumah, agak berbeda dengan konsep kartunnya yang balonnya diikat memalui cerobong asap.


Mulai direncanakan penerbangan saat dini hari yang mungkin diniatkan untuk bisa mengejutkan warga kota Los Angeles. Dengan berat sekitar 2000 pon, rumah yang berukuran 5x5 m ini pun VOILA..!! berhasil terangkat hampir mencapai ketinggian melebihi gedung 10 lantai, begerak hampir 3000 meter dan bertahan sekitar 10 jam diudara.Ketika sebuah selogan "How Hard Can It Be?" diutarakan, Paul salah satu teknisi dalam tim perancangnya mengatakan.. "It's pretty hard.. but it happened" .. So, mari berimajinasi dan berkarya :) .
3/9/11
Menara Gajah dan Menara Buaya yg bermain kotak

3/31/10
Internetmu cepat? ayo kuliah di A.E..
Salam pendidikan rekan-rekan yang budiman. Berikut merupakan info yang cukup menarik bagi kalian yang hobi belajar dan haus akan ilmu. Terkadang kita cukup antusias ketika di kampus kita mengundang dosen tamu, apalagi kalo dosen tersebut merupakan salah satu arsitek ternama di Indonesia. Hmm, pada semangat dateng tuh, bahkan untuk seminar yang bayar beratus-ratus ribu pun kita datangi untuk mendapatkan ilmu yang kita rasakan selalu kurang ini.Wah, apalagi kalo udah mendatangkan seorang dari luar sono (negeri maksudnya).
Website Academic Earth (AE) menyediakan rekaman2 perkuliahan dari kampus2 ternama di Amerika, dan bahkan terdapat juga rekaman yang sengaja di buat untuk students for Academic Earth. Materi Arsitektur? wah ga usah repot-repot di cari, karena kedudukan posisi alfabet terdepat maka arsitektur menjadi urutan topik teratas koq. Ayo semangat dan jangan cepat puas akan ilmu yang sudah kalian dapat. Ayo sama-sama kita kuliah di kampus MIT dan bisa dapet materi seperti Pak Rizal Musilin yang lagi study di sana.
Dan tentunya jangan menyerah juga ya untuk tetap berjuang mencari beasiswa. Selamat belajar.
[dikutip dari CORAT-CORET BLOG]
18-03 ada yang tau?
Ada apa dengan angka tersebut, hey para arsitek indonesia..?! hehehe :)Mengapa dengan ranah kata seperti itu saya mengawali tulisan ini? Karena sejauh dalam 6 tahun bergelut dengan sebuah kata yang disebut arsitektur, hingga saat ini.. baru saja tanggal 20 Maret yang lalu diberi ucapan selamat oleh seorang teman wanita yang bergerak di bidang jurnalistik. Teman wanita tersebut mengatakan..
"Selamat Hari ..
WOW! terperangah seketika saat mengetahui bahwa 2 hari sebelum 20 Maret 2010 adalah hari arsitektur indonesia.
Mungkin ada cara lain menanggapinya, berikut ada sebuah kutipan dari film "500 days of summer" (yang juga terdapat unsur arsitektur di dalam filmnya):
- Autumn: "have we ever met before? i guess i've seen u before..."
- Tom: "I haven't seen you"
- Autumn: "YOU MUST NOT HAVE BEEN LOOKING"
Kutipan diatas adalah bagaimana menanggapi suatu "ketidaktahuan" dengan bercermin dan membuka diri. Selama ini apa yang kian dihargai namun diri kita sendiri pun tidak menghargainya. Dan hingga saat ini pun penulis belum menemukan bagaimana sejarah bisa dicetuskannya 18 Maret adalah sebagai "Hari Arsitektur Indonesia". Spekulasi-spekulasi mulai menjamur di kepala, jari-jari tetap bergerak mengubrak-abrik isi google, yahoo, bing, wikipedia namun jawaban belum didapat. Yang belum dilakukan adalah "bertanya".
Tahu-tidaknya akan angka 18-03 ini mungkin tidaklah penting bagi sebagian orang, namun bagi penulis ini merupakan salah satu tolok ukur seberapa pedulinya (CARE-yang selama ini menjadi pegangan penulis dalam berarsitektur). Melalui tulisan ini mungkin secara tidak langsung penulis bertanya kepada pembaca yang mungkin wawasannya jauh lebih luas. Mungkin jawaban beragam akan di dapatkan dari hadirnya tulisan-tulisan tanggapan dari para pembaca. Hingga saat ini penulis belum mendapatkan jawaban bagaimana 18 Maret diputuskan sebagai "Hari Arsitektur Indonesia".
INTERMEZO-> How you celebrate that day?? "hmmm.. mungkin untuk saat ini saya akan berjuang keras mewujudkan impian bos saya dan company yang sedang saya geluti dengan tetap CARE terhadap apa yang ada di sekitar".
Bagaimana dengan anda..? hehe :)
Mumpung masih bulan Maret... "Selamat Hari Arsitektur Indonesia", maju terus Arsitektur Indonesia.
12/21/09
Another Idol, Mr. Brian Jan
Brian Jan is the Regional Director for Master Planning and Urban Design (Asia) and co-directs EDAW’s Global Master Planning Practice. He received his Bachelor of Architecture from the University of Virginia in 1995, and a Masters in Architecture and a Masters of Urban Design from the Harvard University’s Graduate School of Design in 2001. His works in the United States, Europe, Asia, and the Middle East have earned him numerous publications and awards.
Mr. Jan is currently based in Hong Kong has been with EDAW for over 7 years and previously worked at the architectural firm of Skidmore, Owings and Merrill (SOM).
Here are some of EDAW project that he involved with:
The Architecture Presentation

Sebuah undangan yang cukup menantang bagi seorang Muhammad Fajri yang baru menetas ini untuk berbagi kepada rekan2nya yang smuanya memiliki antusiasme yang cukup menakutkan.
Sebuah stimulus yang cukup bisa menjadi sebuah pembawa semangat untuk terus berbagi.
Acara yang berlangsung kurang lebih sepeninggal setengah waktu malam menuju dini hari, acara yang berisikan diskusi bersama dengan rekan-rekan dalam menemukan kesamaan visi yaitu membuat dunia lebih baik (Michael Jackson is the best). Mungkin tidak spesifik, tapi dari hal berbagi dan saling memberi pendapat itu juga bisa menjadi sebuah cara menemukan jalan yang terbaik.
Acara ini diisi dengan Presentasi peserta Kota Skala Kita, Aris dkk, kemudian dilanjutkan oleh acara utama yaitu Architecture Presentation yang Bertajuk "TRY" by Muhammad Fajri. Setelah itu ditutup dengan presentasi memukau dari seorang pembentuk GerafE Studio.
Acara berlangsung Antusias dan cukup hangat dengan tanpa henti2nya tibul tanya jawab yang cukup seru. Yang tentu saja denga inti "THE WON'T BE ANY WINWIN SOLUTION"... but we can TRY to make it, by Trusting Yourself.
So Guys... Tetap berusaha, kalo kata Mr. Ridwan Kamil:
"Ayo semangat !. Jauhi kata "susah, sulit, dan tidak mungkin" di awal kalimat"
11/17/08
Sayembara Pusat Pelayanan Akademis UNM (3 karya terbaik)
Dengan konsep laut birunya, gubahan masa ditonjolkan pada bentuk gelombang air atau ombak pada laut. Sehinga terlihat perahu layar sedang melaju kencang membelah samudera ilmu pengetahuan seperti yang tertera pada posternya "Sailing in the Ocean of Knowlegde"
Juara 3 - M. Ridha
Tidak jauh juga dengan yang lainnya, pinishi memang menjadi konsep utamanya, namun jika pada yang lainnya layarnya saja yang dianalogikan... M.Ridha mengambil sampai perahu-perahunya.. sehingga secara explisit tampilan perahu layar hadir di depan mata kita.














