Showing posts with label Archi-news. Show all posts
Showing posts with label Archi-news. Show all posts

11/16/11

When it's built and they love it..



variasi aktifitas warga di taman tebet | sumber: woofphotoalbum

Mengingat kisah 4 tahun lalu, ketika tiga orang mahasiswa di tanah sunda sedang berada dalam perjalanan akhir kemahasiswaanya yang cukup padat.. sebuah info akan kompetisi Public Park di Ibukota Jakarta hadir di hadapan mereka. Tanah seluas 2.6 hektar yang terbengkalai dan cenderung menjadi area negatif buat kota, tepatnya di wilayah bagian kota Tebet itu.. kian di sayembarakan untuk dijadikan taman kota baru... mengingat target pencapaian 30% rth di Ibukota Jakarta.

Melalui perundingan kecil, tim nfn pun siap beraksi.. begitu sekiranya sebutan ketiga orang mahasiswa tersebut. Pembagian waktu akan pengerjaan tugas akhir dan sayembara dirasakan cukup seru.. semangat, marah, sedih, tawa, gila... semua bercampur sampai pada akhirnya tepar namun selesai.. hehee.. Berita gembira muncul dari panitia tepatnya Dinas Pertamanan dan Pemakanan Jakarta yang menyatakan bahwa karya kami berhasil menjuarai kompetisinya.. tepar pun senantiasa berubah bahagia..

Tawaran pun cenderung muncul untuk ikut menggarap pembangunan taman kota tersebut, tapi dengan polosnya tim menolak karena target tugas akhir yang juga sedang dikejar waktu.. Jadi, selesailah sudah.. tak berkabar.. dan tak berkabar............... *imajinasi daun-daun kering berjatuhan dan tertiup angin..


ekspressi anak-anak ketika bermain di playground | sumber: mediaindonesia

Sampai pada penghujung tahun ini tepatnya 2011, penulis tak sengaja menemui berbagai artikel menyebutkan "taman tebet" .. yang isinya merupakan testimoni para pengunjung Taman Kota Tebet dari berbagai sudut pandangan.. asik membaca, sambil tersenyum dan menggumam bahagia "ohh, jadi juga yaa.. syukurlahh..". Melihat ramainya taman ini dikunjungi, merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi perancang ketika ia menyadari telah berkontribusi untuk membentuk SENYUM warga kota.

nfn

4/6/11

@SoalArsitek : forum tanpa portal

"Berdiskusi... sebuah kegiatan pencarian solusi - sebagai ajang deklarasi diri - sebuah umpan unjuk gigi dalam kotak kematangan pribadi.."

Perihal arsitektural tak lepas dari unsur komunikasi, yang dalam hal ini pelaku cenderung berdiskusi untuk integrasi satu persoalan ke persoalan lainnya. Namun waktu dan tempat terkadang yang menjadi batasan mengesampingkannya. Dalam dunia cyber-networking sepertinya hal itu sedikit terpecahkan dengan hadirnya forum-forum. Ketika lokasi dan pelaku diskusi akan lebih tak terbatas dengan adanya forum, materi dan sambutan/ balasan pun lebih beragam yang mungkin bisa dikategorikan sebagai unsur tanpa batas.

Namun untuk mengakses sebuah forum, tak banyak yang tidak (jadi) berdiskusi karena terbentur hambatan regulasi dan portal tertentu atau bahkan waktu yg cukup sekalipun untuk membuka dan membaca. Karenanya mungkin pada beberapa forum (arsitektur), pelaku/ calon pelaku diskusi terkadang mengutarakan dalam benaknya "..nanti saja kalau sempat..". Hmm... memang ada saja alasan untuk menunda diskusi.. tapi tunggu dulu, sebuah opsi lain menawarkan kebebasan berpendapat, kemudahan akses untuk menerima dan berbagi materi.. Tentu hal ini juga agak dikerucutkan, yang hanya berlaku untuk para pengguna twitter.


Belum lama ini penulis menemukan sebuah nama di twitter yang cukup menggema dalam barisan arsitektural, tak sulit diingat @SoalArsitek namanya. Kini cukup banyak yang mengatakan "belum ngarsitek kalo ga follow @SoalArsitek..." agak geli juga membaca ungkapan barusan. Dengan hadirnya @SoalArsitek di twitter, penulis sebagai salah satu pengguna twitter aktif cukup merasakan manfaatnya dalam hal berbagi dan dibagi.. menginfo dan diinfokan.. bertanya dan ditanya.. dan tentu kebanyakan merupakan perSOALan ARSITEK .. yang dipandang dari banyak aspek.

So, kalau memang penasaran dengan kebenaran
"belum ngarsitek kalo ga follow @SoalArsitek..." , mungkin baiknya diintip dan dicoba dulu.. seperti melihat masakan di TV dan kemudian mencicipinya. Tapi, tentu saja pada akhirnya semua kembali pada selera kita. Selamat berbagi, selamat menginspirasi.. dan sepertinya @SoalArsitek memang hadir untuk ajang diskusi.

"sharing arsitektur via twitter, boleh serius boleh becanda, asal jangan menyakitkan :) .."


3/30/11

Menginspirasi tiada henti : Rizal Muslimin

Sebuah judul yang bukan spontan terpaparkan, karena sejak dulu memang begitu. Dini hari ini tidak ada yang lebih membuat penulis semangat selain bercerita tentang idolanya yang kini tengah studi di salah satu Sekolah Tinggi tersohor di Amerika serikat... Pak Rizal Muslimin.

Hobi berkompetisi, sekiranya kami mengenal beliau begitu.. mungkin hal tersebut yang membuatnya menjadi salah satu kompetitor tersulit di negeri ini tak heran para pesaingnya memanggilnya macan sayembara. Yah sewajarnya ketika melakukan sesuatu dengan senang hati maka hasilnya cenderung optimal, begitu lah kira2 kalo kata Pak Ridwan Kamil (partner/pimpinan Pak Rizal dalam tim semasa di Urbane)

Arsitek lulusan cumlaud perancangan S2 ITB ini menjadi salah satu inspirasi terkuat dalam berkompetisi pada masanya. "..jadikan budaya sebagai data dan otak sebagai prosessor" pesan singkat yang kerap memberi motivasi pada beberapa mahasiswanya, sebut saja salah satunya penulis ini. Mungkin terdengar agak robotik, tapi itulah
esensi peran otak yang sesungguhnya dalam kaitannya akan sebuah karya, dan diharapkan akan membawa kita bereksplorasi untuk solusi bahkan inovasi.

Pak Rizal Muslimin terkenal dengan ciri khas bangunannya yang kerap muncul dengan bentukan2 aplikasi material yang tidak biasa. Ketekunan Beliau akan eksplorasi material, membawanya pada juara 1 international Brickstainable
Competition yang didapat pada masa studi Doktor-nya di kampus MIT-Amerika Serikat 2009. Kemudian kemenangan itu dilanjutkan dengan diraihnya Honorable-Mention pada Brickstainable Competition putaran kedua 2010 silam.

Berikut sekiranya beberapa karya beliau yang tentunya menginspirasi.. hingga KINI --v

sayembara bandara adi sucipto, Jogjakarta
sayembara masjid raya padang - sumatera barat
sayembara museum tsunami - Aceh
brickstainable competition 2009

3/28/11

Tidak Ada Juara 1 .. ???


Sebuah Sayembara Arseitektur Nasional yg diadakan oleh kampus Brawijaya dan IAI malang, yang berjudul The Local Tripod setelah proses berjalan hingga pengumuman pemenang ternyata tidak ada juara 1 karena blm ada yg memenuhi kriteria untuk disebut juara 1.

Menurut Author BlogMyMind --v

Hmm... hmm yang ini lucu, yg disebut juara 1 adalah peraih point tertinggi bukan point sempurna.. karena yang disebut sempurna itu tidak akan pernah ada sejauh kriteria juri yg mungkin overrated roll.. kembali pada rencana awal pemenang yaitu 3 besar mengapa dipotong jadi 2 besar, ironis sih mendengarnya. sad

Mengingat sebuah sayembara Masterplan Kampus ASMI yang diadakan Holcim dan Kampus ASMI di tanggerang bulan lalu, dimana Seorang Professor dari Holcim di jerman pun menilai karya2 yang masuk tidak ada yg memenuhi kriteria, namun tetap 4 besar diumumkan smile > KIND Architect (juara 4), AMA (juara 3), Urbane (juara 2), Mamo Studio (juara1). Si professor mengatakan "dari 4 besar ini sebenarnya tidak ada yg pantas jadi juara, karena karya2 blm ada yg memiliki konsep dan metode yang ingin dicapai akan penerapan sustainable-nya". Tapi tetap juri pun sportif dengan menempatkan peraih point tertinggi sebagai juara 1. tongue

Apakah para Juri The Local Tripod ini latah terhadap perkataan si professor holcim tersebut?? roll mengingat salah satu jurinya merupakan salah satu dari 4 besar di Sayembara Holcim tersebut. Namun Ironis-nya, eksekusi juri The Local Tripod memang agak kurang bijak. Krn bagaimanapun penilaian tertinggi adalah milik juara 1, atau mungkin kalaupun tidak ada juara satu tetap 3 besar harus dipertahankan, mungkin dengan menyebut 2 orang juara II dan 1 orang juara III, itu akan lebih baik. Bukan semata karena uang atau apa, tp itu yg disebut penghargaan terhadap sebuah karya.

1 kata > IRONISDANLUCU big_smile <-- eh, itu dua kata ya.. hehee -_-'


- Thanks dan Tetap Semangat Berkarya -

3/22/11

Rumah balon-nya Mr. Fredricksen dibuat nyata


Mengingat petualangan seru Russel dan Mr. Fredricksen dalam animasi Disney PIXAR Up!, tentu yang tidak terlupa selain karakternya yaitu rumah balon terbang-nya.

Di danai oleh National Geographic channel, dalam sebuah acara "How Hard It Can it Be?" sekelompok teknisi mencoba merakit struktur dasar rumah ringan, yang tentunya bisa dimasuki 1 atau 3 orang.

300 balon raksasa diikat pada struktur2 utama rumah dengan membolongi bagian tengah pada atap rumah, agak berbeda dengan konsep kartunnya yang balonnya diikat memalui cerobong asap.

Mulai direncanakan penerbangan saat dini hari yang mungkin diniatkan untuk bisa mengejutkan warga kota Los Angeles. Dengan berat sekitar 2000 pon, rumah yang berukuran 5x5 m ini pun VOILA..!! berhasil terangkat hampir mencapai ketinggian melebihi gedung 10 lantai, begerak hampir 3000 meter dan bertahan sekitar 10 jam diudara.

Ketika sebuah selogan "How Hard Can It Be?" diutarakan, Paul salah satu teknisi dalam tim perancangnya mengatakan.. "It's pretty hard.. but it happened" .. So, mari berimajinasi dan berkarya :) .


3/9/11

Menara Gajah dan Menara Buaya yg bermain kotak


Seringkali arsitek menganalogikan sebuah bangunan yang berdasar pada ranah natural (flora dan fauna) dengan tipologi yang post-konvensional. Namun sepertinya kedua arsitek ini memiliki pandangan lain, yaitu Sumet Jumsai Na Ayudhaya di Thailand dan tim arsitek dari Maxwan Office di Belanda.

Mr. Sumet adalah salah satu arsitek senior di Thailand ini yang sedikit banyak hobi dengan sebuah analogi dalam metode perancangannya. Seperti halnya Elephant Tower ini, dengan metoda geometris dan struktural konvensional berhasil menyampaikan idenya sebagai Gajah Raksasa di tengah kota. Mungkin hal itu bisa diwajarkan karena progress bangunan di mulai pada tahun 1993 yang sejatinya tower-tower konvensional berbasis beton sedang menjadi trend pada masa tersebut.

Berbeda periode dengan Mr. Sumet, tim arsitek dari Maxwan yang juga menggunakan analogi natural yaitu buaya, juga tetap menggunakan metode geometris sederhana yang juga struktur yang cukup konvensional. Kepala kotak, badan kotak, kaki kotak, dan ekor kotak walaupun direncanakan tahun 2010.. yang kemudian disebut Albino Alligator Tower. Mungkin yang di ada di benak mereka saat itu adalah ketika bisa mudah disampaikan untuk apa dibuat rumit. Hehehee...

Kalau mau baca preview lengkap kedua arsitek dan karya2nya.. Silakan klik tulisan2 diatas yang bercetak biru.

-Selamat Berkarya-

3/31/10

Internetmu cepat? ayo kuliah di A.E..


Salam pendidikan rekan-rekan yang budiman. Berikut merupakan info yang cukup menarik bagi kalian yang hobi belajar dan haus akan ilmu. Terkadang kita cukup antusias ketika di kampus kita mengundang dosen tamu, apalagi kalo dosen tersebut merupakan salah satu arsitek ternama di Indonesia. Hmm, pada semangat dateng tuh, bahkan untuk seminar yang bayar beratus-ratus ribu pun kita datangi untuk mendapatkan ilmu yang kita rasakan selalu kurang ini.

Wah, apalagi kalo udah mendatangkan seorang dari luar sono (negeri maksudnya).


Nah, Pernah denger kan kampus-kampus ternama seperti MIT, Harvard, Stanford, Yale dan lain-lain di Negeri Obama itu..? Pasti pernah donk, apalagi kalo misalkan diajak untuk kuliah di sana. Wahh.. berbondong-bondong tuh. Disini kita bukannya meninggi-ninggikan kualitas pendidikan luar diatas pendidikan kita. Namun tak ada salahnya kan kalau "menuntut ilmu sampai ke negeri china (kalo ini jadi Amerika)" hehe!. Tunggu apa lagi, siapkan provider internet tercepatmu dan segera streaming materi-materi kuliah di Academic Earth.

Website Academic Earth (AE) menyediakan rekaman2 perkuliahan dari kampus2 ternama di Amerika, dan bahkan terdapat juga rekaman yang sengaja di buat untuk students for Academic Earth. Materi Arsitektur? wah ga usah repot-repot di cari, karena kedudukan posisi alfabet terdepat maka arsitektur menjadi urutan topik teratas koq. Ayo semangat dan jangan cepat puas akan ilmu yang sudah kalian dapat. Ayo sama-sama kita kuliah di kampus MIT dan bisa dapet materi seperti Pak Rizal Musilin yang lagi study di sana.

Dan tentunya jangan menyerah juga ya untuk tetap berjuang mencari beasiswa. Selamat belajar.

[dikutip dari CORAT-CORET BLOG]


18-03 ada yang tau?


Ada apa dengan angka tersebut, hey para arsitek indonesia..?! hehehe :)

Mengapa dengan ranah kata seperti itu saya mengawali tulisan ini? Karena sejauh dalam 6 tahun bergelut dengan sebuah kata yang disebut arsitektur, hingga saat ini.. baru saja tanggal 20 Maret yang lalu diberi ucapan selamat oleh seorang teman wanita yang bergerak di bidang jurnalistik. Teman wanita tersebut mengatakan..

"Selamat Hari ..
Arsitektur Indonesia ya.. maaf telat 2 hari ngucapinnya"

WOW! terperangah seketika saat mengetahui bahwa 2 hari sebelum 20 Maret 2010 adalah hari arsitektur indonesia.
Perlu waktu 6 tahun di bidang arsitektur indonesia untuk baru mengetahui bahwa bangsa Indonesia memiliki penghargaan khusus terhadap "arsitektur" hingga dirayakan sebagai salah satu hari nasiona-walaupun bukan tanggal MERAH ... (T.T). Mungkin saya akan menanggapi ketidaktahuan tersebut dengan "ah nambah-nambahin reminder aja sih, udah penuh tauk..!" atau juga dengan naifnya "ahh, di kampus aja ga pernah di bahas.. ga ada yang pernah ngasih tau tuh, gimana bisa tau ada hari itu" hehehe..

Mungkin ada cara lain menanggapinya, berikut ada sebuah kutipan dari film "500 days of summer" (yang juga terdapat unsur arsitektur di dalam filmnya):
- Autumn: "have we ever met before? i guess i've seen u before..."
- Tom: "I haven't seen you"
- Autumn: "YOU MUST NOT HAVE BEEN LOOKING"

Kutipan diatas adalah bagaimana menanggapi suatu "ketidaktahuan" dengan bercermin dan membuka diri. Selama ini apa yang kian dihargai namun diri kita sendiri pun tidak menghargainya. Dan hingga saat ini pun penulis belum menemukan bagaimana sejarah bisa dicetuskannya 18 Maret adalah sebagai "Hari Arsitektur Indonesia". Spekulasi-spekulasi mulai menjamur di kepala, jari-jari tetap bergerak mengubrak-abrik isi google, yahoo, bing, wikipedia namun jawaban belum didapat. Yang belum dilakukan adalah "bertanya".

Tahu-tidaknya akan angka 18-03 ini mungkin tidaklah penting bagi sebagian orang, namun bagi penulis ini merupakan salah satu tolok ukur seberapa pedulinya (CARE-yang selama ini menjadi pegangan penulis dalam berarsitektur). Melalui tulisan ini mungkin secara tidak langsung penulis bertanya kepada pembaca yang mungkin wawasannya jauh lebih luas. Mungkin jawaban beragam akan di dapatkan dari hadirnya tulisan-tulisan tanggapan dari para pembaca. Hingga saat ini penulis belum mendapatkan jawaban bagaimana 18 Maret diputuskan sebagai "Hari Arsitektur Indonesia".

INTERMEZO-> How you celebrate that day?? "hmmm.. mungkin untuk saat ini saya akan berjuang keras mewujudkan impian bos saya dan company yang sedang saya geluti dengan tetap CARE terhadap apa yang ada di sekitar".
Bagaimana dengan anda..? hehe :)

Mumpung masih bulan Maret... "Selamat Hari Arsitektur Indonesia", maju terus Arsitektur Indonesia.

12/21/09

Another Idol, Mr. Brian Jan


BRIAN E. JAN, EDAW (AECOM) Hong Kong
Associate Principal | Master Planning & Urban Design

Brian Jan is the Regional Director for Master Planning and Urban Design (Asia) and co-directs EDAW’s Global Master Planning Practice. He received his Bachelor of Architecture from the University of Virginia in 1995, and a Masters in Architecture and a Masters of Urban Design from the Harvard University’s Graduate School of Design in 2001. His works in the United States, Europe, Asia, and the Middle East have earned him numerous publications and awards.

Mr. Jan is currently based in Hong Kong has been with EDAW for over 7 years and previously worked at the architectural firm of Skidmore, Owings and Merrill (SOM).

Here are some of EDAW project that he involved with:

London 2012 Olympic Park and Legacy Master Plans

Saadiyat Island

The Architecture Presentation






....................................when they invite you....................................




Sebuah undangan yang cukup menantang bagi seorang Muhammad Fajri yang baru menetas ini untuk berbagi kepada rekan2nya yang smuanya memiliki antusiasme yang cukup menakutkan.

Ingat kata seorang darman... "Sharring is Beautiful", rancu memang.. tapi memang begitual seorang darman.. (siapa darman, saya juga kurang tahu)

Sebuah stimulus yang cukup bisa menjadi
sebuah pembawa semangat untuk terus berbagi.

Acara yang berlangsung kurang lebih sepeninggal setengah waktu malam menuju dini hari, acara yang berisikan diskusi bersama dengan rekan-rekan dalam menemukan kesamaan visi yaitu membuat dunia lebih baik (Michael Jackson is the best). Mungkin tidak spesifik, tapi dari hal berbagi dan saling memberi pendapat itu juga bisa menjadi sebuah cara menemukan jalan yang terbaik.

Acara ini diisi dengan Presentasi peserta Kota Skala Kita, Aris dkk, kemudian dilanjutkan oleh acara utama yaitu Architecture Presentation yang Bertajuk "TRY" by Muhammad Fajri. Setelah itu ditutup dengan presentasi memukau dari seorang pembentuk GerafE Studio.

Acara berlangsung Antusias dan cukup hangat dengan tanpa henti2nya tibul tanya jawab yang cukup seru. Yang tentu saja denga inti "THE WON'T BE ANY WINWIN SOLUTION"... but we can TRY to make it, by Trusting Yourself.

So Guys... Tetap berusaha, kalo kata Mr. Ridwan Kamil:

"Ayo semangat !. Jauhi kata "susah, sulit, dan tidak mungkin" di awal kalimat"


11/17/08

Sayembara Pusat Pelayanan Akademis UNM (3 karya terbaik)




Untuk yang masih penasaran seperti apa karya ketiga pemenang sayembara ini, berikut ini akan saya tampilkan sample image nya. Ketiga pemenang ini memiliki konsep yang sedikit mirip satu sama lain, mungkin mereka berfikiran sama saat pertama kali mendengan kata makassar.. "apa lagi selain pinishi",

jadi sepertinya ketiganya menganalogikan perahu layar sebagai analogi utama bangunannya..

Juara 1 - Yu Sing

Dengan Konsep Menara Pinishi, Yu Sing berani dalam melakukan eksplorasi bentuk yang dibilang cukup unik. Permainan material yang fururistik yang membentuk pola2 budaya makassar yang cantik.


Menara Pinishi


Untuk melihat gambar lengkap sang juara 1 ini bisa anda buka di site berikut:

Juara 2 - Jimmy Purba

Dengan konsep laut birunya, gubahan masa ditonjolkan pada bentuk gelombang air atau ombak pada laut. Sehinga terlihat perahu layar sedang melaju kencang membelah samudera ilmu pengetahuan seperti yang tertera pada posternya "Sailing in the Ocean of Knowlegde"


Laut Biru

Juara 3
- M. Ridha


Tidak jauh juga dengan yang lainnya, pinishi memang menjadi konsep utamanya, namun jika pada yang lainnya layarnya saja yang dianalogikan... M.Ridha mengambil sampai perahu-perahunya.. sehingga secara explisit tampilan perahu layar hadir di depan mata kita.


Jogker