Showing posts with label Portfolio.Competition. Show all posts
Showing posts with label Portfolio.Competition. Show all posts

3/22/11

Sayembara The Local Tripod (Top 10)


Poject : Djak Shops (Recommunicate Urban and It's Subs)
Location : Jakarta Pusat
Design Team: Muhammad Fajri, Fajar Agti Sunaryo


Pengalaman sehari-hari yang kemudian cenderung menjadi stimulus untuk mengolah lahan dalam hal putusnya komunikasi urban dan sub-nya sehingga dapatlah sebuah koridor publik yang membelah pusat perbelanjaan. Urban park/ taman kota, yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat urban dalam berekspresi dan berinteraksi.

Up-lifted Urban park/ penaikan elevasi taman kota diharapkan masyarakat mampu melihat lebih luas akan tata kota yang sesungguhnya. Mengingat "tak kenal maka tak sayang", ketika sub-urban tertutupi maka kita sejatinya semakin tak peduli. DjakShops diharapkan mampu menghasilkan ruang-ruang komunal sarat akan kualitas dan mengoptimalkan potensi iklim, sehingga dapat menjadi sebuah bangunan yang rendah energi dan rendah emisi (Low-E Building).

Tak lupa menempatkan urban farming / kota berkebun sebagai dasar komunikasi baru antara manusia kota dan alamnya yang tentu diharapkan mampu menghasilkan suatu kualitas ekonomi baru bahkan sosial.


"advises are totally allowed"

5/22/10

Sayembara Taman Kebun Pisang Penjaringan (Top 10)


Poject : Taman Kebun Pisang Penjaringan
Location : Jakarta Utara
Design Team: Muhammad Fajri, Videl F Oemry, Hardian Ahmad







Sebuah lahan sebesar 9 Ha yang merupakan kebun pisang besar di tengah kota, tersisolasi dan cukup terabaikan. Dijadikan lahan tempat tinggal kumuh bagi para tuna wisma. Sekalipun sebagian lahan mulai digarap dengan beberapa fungsi dan jenis tanaman.

Plasa Utama Taman Kebun Pisang

Dengan tema garapan "Revolusi Sebuah Ladang" tim perancang memcoba membawakan nuansa baru sebuah ladang yang senantiasa menjadi studi wisata dan hiburan di tengah kota. Pengembangan ilmu biodiversity menjadi stimulus konsep yang diterapkan tim perancang pada Taman Kebun Pisang ini. Ya, "biodiversity" itu sendiri lah yang menjadi konsep utama perancangan kali ini.


SITE CONCEPT

Lokasi taman kebun pisang terletak di bawah tol Pluit antara Jakarta - Bandara Cengkareng. Jadi bisa dikatakan bahwa revitalisasi taman kebun pisang ini juga sebagai daya tangkap visual awal sebelum mencapai kota bagi calon pengunjung jakarta dari arah barat laut serta dari Bandara.


Konsep Biodiversity Pada Tapak

Dari isu diatas, tim perancang mulai menggarap Konsep Biodiversity yang diawali dengan "sumbu-sumbu visual" pada tapak yang menghasilkan 2 titik temu dan 3 zona rancangan. Sehingga akan konsep biodiversity yang diterapkan tidak hanya dapat dirasakan oleh pengguna taman tetapi juga bagi pengguna jalan tol yang sekedar melintas diatas Taman Kebun Pisang.

Bird Eye View Taman Kebun Pisang dari Tol pluit lapis tengah


BIODIVERSITY TATA GUNA LAHAN

Mungkin dalam bahasa fashion biodiversity bisa dideskripsikan sebagai "mix-match", nah pola tata guna lahan pada Taman Kebun Pisang ini juga lebih pada konsep biodiversity atau mix-match yang baru saja disebutkan yang tentunya selalu terdapat unsur alam pada setiap tata guna lahan yang di mix-match kan.


Site Plan Taman Kebun Pisang

Lahan yang cenderung linear ini dibagi menjadi 3 zona yang saling berkesinambungan dengan interaksi dengan alam. Semua berbasis pada kualitas pembelajaran akan pentingnya berinteraksi dengan alam sehingga pembentukan hierarki pun di rancang sejalan kualitas sebuah tanaman; akar -> batang -> kuncup/ bunga --------> kehidupan berkesinambungan..

Dalam hal ini akar dimaksudkan sebagai dasar kehidupan yang diaplikasikan dalam rancangan sebagai BOTANICAL TOUR. Dilanjutkan dengan batang yang bersifat menopang dan memperkuat tanaman diaplikasikan sebagai HEL (Healt, Education, Leisure). Diakhiri dengan kuncup bunga yang diaplikasikan sebagai FESTIVE area..


Sport Area pada HEL

Education Land pada HEL

Festive Blossom Area


"Advises are totally allowed"

12/7/09

Sayembara UNM Makassar (Top 20 finalist)


Poject :
Academic Service Centre UNM Makassar
Location : Jl. Tebet Barat, Jl.Tebet Timur - Tebet, Jakarta Selatan
Architect : NFN architects (Novan Prayoga, Muhammad Fajri, Nutrian Galupamudia)







NFN kembali beraksi, kata-kata yang mungkin bisa mewakili keikutsertaan NFN Architects dalam kompetisi desain ini. Dengan kesibukannya masing-masing dalam berpraktisi, NFN berusaha menyelipkan waktunya khusus untuk berkumpul kembali dan menghasilkan karya. Sekalipun hanya berhasil goal ke top 20, NFN cukup merasa puas dengan hasil desain dan pengorbanannya (Thanks to “Panop one day Express” bandung-jakarta-MAKASSAR-jakarta-bandung). Berikut ini lampirannya...

Irama Baru Sang Perahu Layar

THE URBAN TROPICAL

Dengan konsep dasar “The UrBan TopIcal”, bangunan dirancang dengan menampilkan sisi kualitas urban secara visual namun tropis secara implisit. Sebuah penggalian konsep urban yang dipadukan dengan respon terhadap iklim tropis. The Urban Tropical menjadi pilihan tepat yang diambil perancang untuk menggambarkan akan kemajuan teknologi yang tetap kontekstual dan responsif.

Monochromatic, Metal and Glasses.. tampak jelas membungkus kulit bangunan dengan tidak lupa penggunaan SPSM serta unsur hijau yang sedemikian rupa menjadi salah satu usaha responsif terhadap iklim tropis...


Frontal Facade from the main road

THE STOLEN VISTA

Ketika mengambil keputusan untuk memajang wajah baru pada sebuah kawasan lama, tidak serta merta membangun benteng masif secara arogan. Sebuah konsep bingkai curian atau yang disebut diatas sebagai the stolen vista, dicoba untuk diterapkan pada konsep masa bangunan utama sebagai bingkai terhadap bangunan2 eksisting yang justru menjadi fungsi utama sebuah kampus. Stolen Vista juga menjadi sebuah koneksi antar 2 area kampus yang terpisah jalan utama. Hal ini menjadikan koneksi antara sisi kampus timur dan barat semakin kuat.

Mass blocking of UNM Campus

Koneksi yang diperkuat pada olahan masa antara kawasan eksisting bagian barat dan kawasan ekisting bagian timur diperlihatkan pada blok plan diatas. Secara vertikal dan horizontal, perancang berusaha menjadikan rancangannya tidak sebagai blok masa yang berdiri sendiri.

Climate Analisys for site and buildings

Analisa iklim pun tidak luput menjadi salah satu impuls terbentuknya olahan masa tersebut. Heat gaining, wind velocity menjadi tolok ukur utama pembentukan tropical building and tropical landscape, yang setidaknya mampu mereduksi penggunakan pengkondisian udara buatan pada bangunan serta membentuk ruang-ruang luar yang layak guna dan menyehatkan.


THE SILHOUTTE OF SAILS

Perancang ingin menghadirkan sebuah perahu layar sebagai deskripsi semangat perjuangan kampus yang ingin bergerak sebagai kampus berstandar international pada nantinya. Dalam hal ini penerapan perahu layar tidak teraplikasi secara eksplisit, sehingga perancang memaparkan perahu layar sebagai siluet.

Another applied concepts


Main Building Section and Elevation

Section and Elevation of supporting building


Site Planning diolah dengan konsep green belt, sebagai penyelesaian secara climatic dan juga sebagai area transisi antara perubahan style yang cukup jauh antara bangunan eksisting dan bangunan baru.

Site Plan

2nd and 3rd floor


4th and 5th floor


The tower's typical floors


The Details

Like Brian Jan, a landscape master from EDAW AECOM said "work on details, even when work on a bigger pictures". Ketika detail itu penting sebagai salah satu fokus kecil untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Pada detail di atas perancang mencoba memaparkan bagaimana olahan fasade menjadi sebuah penyelesian tropical.

Another Perspectives

Masa bangunan mencoba berdiri ramah sejalah dengan skyline kota. Tata olahan memanjang diadopsi sebagai penyelesaian dasar untuk penggunaan modular efisien dan climate responsif.

Another Perspectives


Another Perspectives

PS: click the pictures to enlarge


4/20/09

Sayembara Puskesmas Medan (Entry)


Poject : Pusat Kesehatan Masyarakat
Location : Medan
Design Team: Nutrian Galupamudia, Muhammad Fajri, Isaac Rabin




Sayembara yang dicetuskan oleh Pemerintah Daerah Kota Medan ini merupakan stimulus baru bagi para perancang untuk menghasilkan sebuah puskesmas yang saat ini tercitra dalam benak kita sebagai klinik kesehatan kecil yang ada di pedesaan. Persepsi tersebut yang coba diarahkan kembali menjadi sebuah pilihan baru masyarakat baik desa maupun kota dalam memeriksakan diri ataupun berobat...

Tidak dapat dipungkiri bahwa dibeberapa daerah Puskesmas kalah bersaing dengan sarana kesehatan lainnya sehingga belum mampu berperan sebagai pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Untuk itu desain puskesmas yang cukup menarik diharapkan mampu mempopulerkan kembali nama puskesmas di kalangan masyarakat.

Bangunan sederhana yang bahkan terkadang low-elevated menjadikan agak jarang dicapai karena mungkin secara visual kurang mengundang. Hal tersebutlah yang menjadi ide dasar perancangan yang siap dikaji oleh tim perancang. Puskesmas yang merupakan singkatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat sepertinya memang perlu tampak sebagai sebuah pusat tempat semua orang bertemu (segala jenis lapisan masyarakat).

Desain yang monumental setidaknya mampu memperkuat fungsi bangunan sebagai "pusat". Dengan demikian tipologi rumah batak toba yang dipilih sebagai suatu benda yang cukup monumental secara visual. Selain memperkuat unsur lokalitas, bentuk atap yang menjulang tinggi dan melebar hingga ke bawah memperkuat kesan naungan yang siap melayani masyarakat.

Sekalipun dikemas dalam bentuk yang monumental, kerendahan hati merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan dalam bentuk atap yang menerus hingga ke dasar (tidak lupa berpijak). Puskesmas yang disiapkan untuk menjadi pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat diaplikasikan dalam bentuk masa yang menjorok ke depan. Hal tersebut mengartikan bahwa puskesmas siap bergerak dan tidak akan tinggal diam dalam menghadapi perkembangan peradaban masyarakat.


Tipologi atap yang melambangkan kerendahan hati - Block Plan

Transformasi atap batak toba menjadi dinding merupakan sebuah unsur kekinian yang disajikan perancang untuk memperlihatkan bahwa kekuatan traditional justru mampu meciptakan kreativitas baru.


ruang tunggu

ruang rawat inap

ruang rapat



"Advises are totally allowed"

4/19/09

Sayembara Jawa Tengah Learning Centre (1st WINNER)


Poject : Jawa Tengah Learning Centre
Location : Semarang
Design Team: Baskoro Tedjo & team (Fajar Ikhwan P, Muhammad Fajri, Eki Achmad , Gosha Muhammad, Issac Rabin)


Image Hosted by ImageShack.us

BASE CONCEPT

Dual Symetrical, atau yang di-translate Kembar Simetris.. merupakan cirri khas adat jawa dalam berpresentasi baik sebagai foreground ataupun background, seperti Kembar Mayang, Gunungan, serta Gerbang Beringin. Konsep tersebut yang dicoba diterapkan pada bangunan utama dari karya arsitektur ini.


Tampak Site Memanjang (dr arah selatan)


Image-image konsep dual symetrical

Dengan tampilan yang agak “campursari”, dari mulai yang vernacular, modern, sampai urban futuristic. Dalam proses bentuk, perancang mencoba untuk menegaskan hierarki blok massa yang linear. Dengan plasa utama sebagai pusat kegiatan, site dibagi menjadi area yaitu pada area barat merupakan area festive, dan sebelah barat merupakan area educative.


Siteplan

FORMING CONCEPT

Konsep campursari yang diusung dirasakan tidak kehilangan pokok garis dan bentuk yang seirama antar masa pada tapak. Penyesuaian fasade dan bentuk yang cukup matang ditampilkan oleh perancang sehingga kombinasi masa bangunan tampak ramah namun tetap terlihat kesan kekiniannya.

Bird Eye View within index

Bangunan utama (Convention Centre dan Perpustakaan Umum) sebagai 2 bangunan penerima merupakan aplikasi dari anlogi dual symterical. Penggunaan joglo yang dipadukan dengan bentuk badan bangunan yang maju mundur sebagai analogi tumpukan buku menghasilkan suatu karya baru yang sarat dengan lokalitas. Kemudian agak bergeser ke timur terdapat perpustakaan khusus diusung dari konsep 4 simetris Sokoguru. Bangunan lain adalah yang terletak pada sisi paling timur tapak merupakan bangunan Science Centre dengan bentuk oval yang dipilih sebagai pengakhiran masa. Kejujuran material pada masa bangunan bangunan diusung sebagai pencitraan sustainable façade.


Bird Eye View

INTERIORS


Lybrary Cafe' - Perpustakaan Khusus


Loby utama (dari arah plasa utama) - Loby utama (dari arah sport centre)

EXTERIORS


Bird Eye View 2 - Amphitheatre

Suasana Entrance - Koridor Luar Perpustakaan Khusus