"Berdiskusi... sebuah kegiatan pencarian solusi - sebagai ajang deklarasi diri - sebuah umpan unjuk gigi dalam kotak kematangan pribadi.."Perihal arsitektural tak lepas dari unsur komunikasi, yang dalam hal ini pelaku cenderung berdiskusi untuk integrasi satu persoalan ke persoalan lainnya. Namun waktu dan tempat terkadang yang menjadi batasan mengesampingkannya. Dalam dunia cyber-networking sepertinya hal itu sedikit terpecahkan dengan hadirnya forum-forum. Ketika lokasi dan pelaku diskusi akan lebih tak terbatas dengan adanya forum, materi dan sambutan/ balasan pun lebih beragam yang mungkin bisa dikategorikan sebagai unsur tanpa batas.
Belum lama ini penulis menemukan sebuah nama di twitter yang cukup menggema dalam barisan arsitektural, tak sulit diingat @SoalArsitek namanya. Kini cukup banyak yang mengatakan "belum ngarsitek kalo ga follow @SoalArsitek..." agak geli juga membaca ungkapan barusan. Dengan hadirnya @SoalArsitek di twitter, penulis sebagai salah satu pengguna twitter aktif cukup merasakan manfaatnya dalam hal berbagi dan dibagi.. menginfo dan diinfokan.. bertanya dan ditanya.. dan tentu kebanyakan merupakan perSOALan ARSITEK .. yang dipandang dari banyak aspek.
So, kalau memang penasaran dengan kebenaran "belum ngarsitek kalo ga follow @SoalArsitek..." , mungkin baiknya diintip dan dicoba dulu.. seperti melihat masakan di TV dan kemudian mencicipinya. Tapi, tentu saja pada akhirnya semua kembali pada selera kita. Selamat berbagi, selamat menginspirasi.. dan sepertinya @SoalArsitek memang hadir untuk ajang diskusi.
"sharing arsitektur via twitter, boleh serius boleh becanda, asal jangan menyakitkan :) .."








































