12/22/09

Paramadina University Graduate Programmes (S2)


Project Focus: Fit out & Interior Design
Principal Architect: PT. 3 Dimensi Studio
Design Architect: Muhammad Fajri
Project Architect: Muhammad Fajri

Location: The Energy Building Lt. 22, SCBD
Status: Finished

Kembali mengemban tugas sebagai Interior Designer.. Hmm..

Just like Mrs. Button (Mother of Benjamin Button) said, "You'll never know what's coming to you in your future."


Front Desk/ Resepsionis

Resepsionis yang merupakan ruang penerima di sejajarkan dengan lounge karena sebagai fungsi ter-publik pada hirearki kampus ini. Desain yang senantiasa di olah secara hangat agar bersifat menyambut pengguna bangunan maupun tamu yang berkunjung ke kampus ini. Kombinasi warna yang terkesan cukup

Layout Design


Library/ Perpustakaan


Medco Learning Center (MLC)


Musholla


Student Lounge


12/21/09

The First Time Involved to Interior Project


It had been about one year ago before i wrote this article,

Tugas pertama saat dipercaya menyelesaikan bagian interior, hmm... beginilah adanya...


Sebuah ruang karaoke dengan medium size untuk 4 - 5 orang yang dirancang dengan cukup sederhana dengan pembawaan warna coklat untuk membentuk suasana kekaraban dan kehangatan dalam kebersamaan. Dengan meja rancangan khusus yang dibentuk sesuai dengan multipurpose table yang terintegrasi secara bentuk dan fungsi.

Perspektif 1

Penggunaan material dengan warna-warna pastel dan dominansi kesan kayu diharapkan mampu menjadikan ruangan karaoke ini lebih ramah. Optimalisasi indirect lighting pada ruangan digharapkan mampu mebawa cahaya menyebar pada ruangan secara bias.

Perspektif 2


Another Idol, Mr. Brian Jan


BRIAN E. JAN, EDAW (AECOM) Hong Kong
Associate Principal | Master Planning & Urban Design

Brian Jan is the Regional Director for Master Planning and Urban Design (Asia) and co-directs EDAW’s Global Master Planning Practice. He received his Bachelor of Architecture from the University of Virginia in 1995, and a Masters in Architecture and a Masters of Urban Design from the Harvard University’s Graduate School of Design in 2001. His works in the United States, Europe, Asia, and the Middle East have earned him numerous publications and awards.

Mr. Jan is currently based in Hong Kong has been with EDAW for over 7 years and previously worked at the architectural firm of Skidmore, Owings and Merrill (SOM).

Here are some of EDAW project that he involved with:

London 2012 Olympic Park and Legacy Master Plans

Saadiyat Island

The Architecture Presentation






....................................when they invite you....................................




Sebuah undangan yang cukup menantang bagi seorang Muhammad Fajri yang baru menetas ini untuk berbagi kepada rekan2nya yang smuanya memiliki antusiasme yang cukup menakutkan.

Ingat kata seorang darman... "Sharring is Beautiful", rancu memang.. tapi memang begitual seorang darman.. (siapa darman, saya juga kurang tahu)

Sebuah stimulus yang cukup bisa menjadi
sebuah pembawa semangat untuk terus berbagi.

Acara yang berlangsung kurang lebih sepeninggal setengah waktu malam menuju dini hari, acara yang berisikan diskusi bersama dengan rekan-rekan dalam menemukan kesamaan visi yaitu membuat dunia lebih baik (Michael Jackson is the best). Mungkin tidak spesifik, tapi dari hal berbagi dan saling memberi pendapat itu juga bisa menjadi sebuah cara menemukan jalan yang terbaik.

Acara ini diisi dengan Presentasi peserta Kota Skala Kita, Aris dkk, kemudian dilanjutkan oleh acara utama yaitu Architecture Presentation yang Bertajuk "TRY" by Muhammad Fajri. Setelah itu ditutup dengan presentasi memukau dari seorang pembentuk GerafE Studio.

Acara berlangsung Antusias dan cukup hangat dengan tanpa henti2nya tibul tanya jawab yang cukup seru. Yang tentu saja denga inti "THE WON'T BE ANY WINWIN SOLUTION"... but we can TRY to make it, by Trusting Yourself.

So Guys... Tetap berusaha, kalo kata Mr. Ridwan Kamil:

"Ayo semangat !. Jauhi kata "susah, sulit, dan tidak mungkin" di awal kalimat"


12/7/09

Sayembara UNM Makassar (Top 20 finalist)


Poject :
Academic Service Centre UNM Makassar
Location : Jl. Tebet Barat, Jl.Tebet Timur - Tebet, Jakarta Selatan
Architect : NFN architects (Novan Prayoga, Muhammad Fajri, Nutrian Galupamudia)







NFN kembali beraksi, kata-kata yang mungkin bisa mewakili keikutsertaan NFN Architects dalam kompetisi desain ini. Dengan kesibukannya masing-masing dalam berpraktisi, NFN berusaha menyelipkan waktunya khusus untuk berkumpul kembali dan menghasilkan karya. Sekalipun hanya berhasil goal ke top 20, NFN cukup merasa puas dengan hasil desain dan pengorbanannya (Thanks to “Panop one day Express” bandung-jakarta-MAKASSAR-jakarta-bandung). Berikut ini lampirannya...

Irama Baru Sang Perahu Layar

THE URBAN TROPICAL

Dengan konsep dasar “The UrBan TopIcal”, bangunan dirancang dengan menampilkan sisi kualitas urban secara visual namun tropis secara implisit. Sebuah penggalian konsep urban yang dipadukan dengan respon terhadap iklim tropis. The Urban Tropical menjadi pilihan tepat yang diambil perancang untuk menggambarkan akan kemajuan teknologi yang tetap kontekstual dan responsif.

Monochromatic, Metal and Glasses.. tampak jelas membungkus kulit bangunan dengan tidak lupa penggunaan SPSM serta unsur hijau yang sedemikian rupa menjadi salah satu usaha responsif terhadap iklim tropis...


Frontal Facade from the main road

THE STOLEN VISTA

Ketika mengambil keputusan untuk memajang wajah baru pada sebuah kawasan lama, tidak serta merta membangun benteng masif secara arogan. Sebuah konsep bingkai curian atau yang disebut diatas sebagai the stolen vista, dicoba untuk diterapkan pada konsep masa bangunan utama sebagai bingkai terhadap bangunan2 eksisting yang justru menjadi fungsi utama sebuah kampus. Stolen Vista juga menjadi sebuah koneksi antar 2 area kampus yang terpisah jalan utama. Hal ini menjadikan koneksi antara sisi kampus timur dan barat semakin kuat.

Mass blocking of UNM Campus

Koneksi yang diperkuat pada olahan masa antara kawasan eksisting bagian barat dan kawasan ekisting bagian timur diperlihatkan pada blok plan diatas. Secara vertikal dan horizontal, perancang berusaha menjadikan rancangannya tidak sebagai blok masa yang berdiri sendiri.

Climate Analisys for site and buildings

Analisa iklim pun tidak luput menjadi salah satu impuls terbentuknya olahan masa tersebut. Heat gaining, wind velocity menjadi tolok ukur utama pembentukan tropical building and tropical landscape, yang setidaknya mampu mereduksi penggunakan pengkondisian udara buatan pada bangunan serta membentuk ruang-ruang luar yang layak guna dan menyehatkan.


THE SILHOUTTE OF SAILS

Perancang ingin menghadirkan sebuah perahu layar sebagai deskripsi semangat perjuangan kampus yang ingin bergerak sebagai kampus berstandar international pada nantinya. Dalam hal ini penerapan perahu layar tidak teraplikasi secara eksplisit, sehingga perancang memaparkan perahu layar sebagai siluet.

Another applied concepts


Main Building Section and Elevation

Section and Elevation of supporting building


Site Planning diolah dengan konsep green belt, sebagai penyelesaian secara climatic dan juga sebagai area transisi antara perubahan style yang cukup jauh antara bangunan eksisting dan bangunan baru.

Site Plan

2nd and 3rd floor


4th and 5th floor


The tower's typical floors


The Details

Like Brian Jan, a landscape master from EDAW AECOM said "work on details, even when work on a bigger pictures". Ketika detail itu penting sebagai salah satu fokus kecil untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Pada detail di atas perancang mencoba memaparkan bagaimana olahan fasade menjadi sebuah penyelesian tropical.

Another Perspectives

Masa bangunan mencoba berdiri ramah sejalah dengan skyline kota. Tata olahan memanjang diadopsi sebagai penyelesaian dasar untuk penggunaan modular efisien dan climate responsif.

Another Perspectives


Another Perspectives

PS: click the pictures to enlarge


12/4/09

NFN goes to campus!


THE INVITATION

11 September 2008, semula ini merupakan sebuah acara study tour mahasiswa arsitektur tingkat 2 dan 3, yang tentu saja NFN tidak termasuk di dalamnya karena sudah berstatus sebagai ENDING-SEASON student.. yaitu mahasiswa tingkat 4 yang sedang sibuk2nya menjalankan tugas akhirnya. Dengan iming2an itung2 jalan2 gratis ke salah satu Gedung rancangan Ridwan Kamil sang pendiri URBANE ini NFN cukup tertarik.

Universitas Tarumanegara as it appears

Dengan tanpa mengurangi kerendahan hati NFN pun diundang sebagai perwakilan presentasi kampus akan karya2-nya. Tentu saja di bidang kompetisi desain yang telah dilalui NFN selama masih menjalani perkuliahan. Dengan penuh tanggung jawab, NFN pun bersedia menerima undangan tersebut. Berangkat bersama-sama mahasiswa lain, NFN menaikin Bus Pariwisata.. and brangkaaatt...

NFN menuju spot presentasi

Sebagai perwakilan kampus untuk mempresentasikan karyanya ke kampus lain menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat NFN yang terdiri dari Novan, Fajri dan Nutrian. Grup arsitek kecil yang memulai karir mereka dari kesamaan visi akan menyelesaikan tugas bersama dalam bidang Landscape Architecture ini berangkat dengan persiapan presentasi khusus yang akan dipersembahkan untuk kawan mahasiswa arsitektur di kampus Universitas Tarumanagara.

Bahan presentasi NFN, 1st winner Taman Tebet Competition


Tanya jawab pun tidak terelakan dari tiap-tiap presentasi, kritik dan sanggahan pun tidak lupa dilontarkan oleh audiences terutama para Dosen Arsitektur Univ. Tarumanagara. Tapi memang sangat seru dan menegangkan, dan hal seperti ini yang sepertinya diharapkan.. Seperti Paul Arden said "Do not seek for Praise, seek for critisism.." Jadi semuanya saling bertukar ilmu satu sama lain..


AT GEDUNG 28

Mahasiswa dan mahasiswi berada di pintu kedatangan

Next Destination yang juga sebagai Final Destination untuk Study Tour mahasiswa di jakarta ini. Sebuah bangunan yang terletak di sudut persimpangan jalan di kemang menjadi pilihannya. Bangunan yang dikenal dengan sebutan Gedung 28 ini merupakan salah satu masterpiece dari Arsitek kenamaan Indonesia yang berkantor di Sektor 1 BSD. Dikenal sebagai Arsitek yang merancang dari dasar komposisi dan keindahan yang sejalan dengan keindahan wanita ini, Andra Matin menggubah dua fungsi masa yang saling terintegrasi menjadi sebuah bangunan yang membawa kita akan space-intrigue yang mengejutkan.

Point of View dari semarak kumpulan garis pada fasade

Ekspressi garis bidang pada fasade menjadi bagian paling dominan yang tampak pada bangunan ini. Dengan tidak mengurangi ekspressi2 tersebut, sang perancang membubuhi bagian2 tertentu dengan beberapa titik tangkat yang mungkin dapat menjadi ciri khans bangunan ini saat selintas terlewatan. Sebuah karya yang mudah diingat, itulah ciri karya Bapak Andra Matin.


Salah satu ruang unggulan dengan romantika tanpa nyawa

Pak Aang, begitu sapaan akrabnya, merupakan arsitek yang mengagumi akan kejujuran material yang hampir selalu menjadi andalan bapak tampak sekali pada bangunan ini diungkapkan secara lugas olehnya. Permainan Elevasi yang cukup manis digarap dengan sempurna oleh sang perancang. Gedung 28 menjadi salah satu mahakarya bangunan yang menjadi banyak inspirasi para calon2 arsitek muda indonesia.. Konsep implisit namun nyata menjadi salah satu keunggulan Gedung 28 ini.

Ketika pengunjung berinteraksi dengan isi museum (model: Novan from NFN)

4/20/09

Sayembara Puskesmas Medan (Entry)


Poject : Pusat Kesehatan Masyarakat
Location : Medan
Design Team: Nutrian Galupamudia, Muhammad Fajri, Isaac Rabin




Sayembara yang dicetuskan oleh Pemerintah Daerah Kota Medan ini merupakan stimulus baru bagi para perancang untuk menghasilkan sebuah puskesmas yang saat ini tercitra dalam benak kita sebagai klinik kesehatan kecil yang ada di pedesaan. Persepsi tersebut yang coba diarahkan kembali menjadi sebuah pilihan baru masyarakat baik desa maupun kota dalam memeriksakan diri ataupun berobat...

Tidak dapat dipungkiri bahwa dibeberapa daerah Puskesmas kalah bersaing dengan sarana kesehatan lainnya sehingga belum mampu berperan sebagai pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Untuk itu desain puskesmas yang cukup menarik diharapkan mampu mempopulerkan kembali nama puskesmas di kalangan masyarakat.

Bangunan sederhana yang bahkan terkadang low-elevated menjadikan agak jarang dicapai karena mungkin secara visual kurang mengundang. Hal tersebutlah yang menjadi ide dasar perancangan yang siap dikaji oleh tim perancang. Puskesmas yang merupakan singkatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat sepertinya memang perlu tampak sebagai sebuah pusat tempat semua orang bertemu (segala jenis lapisan masyarakat).

Desain yang monumental setidaknya mampu memperkuat fungsi bangunan sebagai "pusat". Dengan demikian tipologi rumah batak toba yang dipilih sebagai suatu benda yang cukup monumental secara visual. Selain memperkuat unsur lokalitas, bentuk atap yang menjulang tinggi dan melebar hingga ke bawah memperkuat kesan naungan yang siap melayani masyarakat.

Sekalipun dikemas dalam bentuk yang monumental, kerendahan hati merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan dalam bentuk atap yang menerus hingga ke dasar (tidak lupa berpijak). Puskesmas yang disiapkan untuk menjadi pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat diaplikasikan dalam bentuk masa yang menjorok ke depan. Hal tersebut mengartikan bahwa puskesmas siap bergerak dan tidak akan tinggal diam dalam menghadapi perkembangan peradaban masyarakat.


Tipologi atap yang melambangkan kerendahan hati - Block Plan

Transformasi atap batak toba menjadi dinding merupakan sebuah unsur kekinian yang disajikan perancang untuk memperlihatkan bahwa kekuatan traditional justru mampu meciptakan kreativitas baru.


ruang tunggu

ruang rawat inap

ruang rapat



"Advises are totally allowed"

4/19/09

Sayembara Jawa Tengah Learning Centre (1st WINNER)


Poject : Jawa Tengah Learning Centre
Location : Semarang
Design Team: Baskoro Tedjo & team (Fajar Ikhwan P, Muhammad Fajri, Eki Achmad , Gosha Muhammad, Issac Rabin)


Image Hosted by ImageShack.us

BASE CONCEPT

Dual Symetrical, atau yang di-translate Kembar Simetris.. merupakan cirri khas adat jawa dalam berpresentasi baik sebagai foreground ataupun background, seperti Kembar Mayang, Gunungan, serta Gerbang Beringin. Konsep tersebut yang dicoba diterapkan pada bangunan utama dari karya arsitektur ini.


Tampak Site Memanjang (dr arah selatan)


Image-image konsep dual symetrical

Dengan tampilan yang agak “campursari”, dari mulai yang vernacular, modern, sampai urban futuristic. Dalam proses bentuk, perancang mencoba untuk menegaskan hierarki blok massa yang linear. Dengan plasa utama sebagai pusat kegiatan, site dibagi menjadi area yaitu pada area barat merupakan area festive, dan sebelah barat merupakan area educative.


Siteplan

FORMING CONCEPT

Konsep campursari yang diusung dirasakan tidak kehilangan pokok garis dan bentuk yang seirama antar masa pada tapak. Penyesuaian fasade dan bentuk yang cukup matang ditampilkan oleh perancang sehingga kombinasi masa bangunan tampak ramah namun tetap terlihat kesan kekiniannya.

Bird Eye View within index

Bangunan utama (Convention Centre dan Perpustakaan Umum) sebagai 2 bangunan penerima merupakan aplikasi dari anlogi dual symterical. Penggunaan joglo yang dipadukan dengan bentuk badan bangunan yang maju mundur sebagai analogi tumpukan buku menghasilkan suatu karya baru yang sarat dengan lokalitas. Kemudian agak bergeser ke timur terdapat perpustakaan khusus diusung dari konsep 4 simetris Sokoguru. Bangunan lain adalah yang terletak pada sisi paling timur tapak merupakan bangunan Science Centre dengan bentuk oval yang dipilih sebagai pengakhiran masa. Kejujuran material pada masa bangunan bangunan diusung sebagai pencitraan sustainable fa├žade.


Bird Eye View

INTERIORS


Lybrary Cafe' - Perpustakaan Khusus


Loby utama (dari arah plasa utama) - Loby utama (dari arah sport centre)

EXTERIORS


Bird Eye View 2 - Amphitheatre

Suasana Entrance - Koridor Luar Perpustakaan Khusus