12/4/09

NFN goes to campus!


THE INVITATION

11 September 2008, semula ini merupakan sebuah acara study tour mahasiswa arsitektur tingkat 2 dan 3, yang tentu saja NFN tidak termasuk di dalamnya karena sudah berstatus sebagai ENDING-SEASON student.. yaitu mahasiswa tingkat 4 yang sedang sibuk2nya menjalankan tugas akhirnya. Dengan iming2an itung2 jalan2 gratis ke salah satu Gedung rancangan Ridwan Kamil sang pendiri URBANE ini NFN cukup tertarik.

Universitas Tarumanegara as it appears

Dengan tanpa mengurangi kerendahan hati NFN pun diundang sebagai perwakilan presentasi kampus akan karya2-nya. Tentu saja di bidang kompetisi desain yang telah dilalui NFN selama masih menjalani perkuliahan. Dengan penuh tanggung jawab, NFN pun bersedia menerima undangan tersebut. Berangkat bersama-sama mahasiswa lain, NFN menaikin Bus Pariwisata.. and brangkaaatt...

NFN menuju spot presentasi

Sebagai perwakilan kampus untuk mempresentasikan karyanya ke kampus lain menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat NFN yang terdiri dari Novan, Fajri dan Nutrian. Grup arsitek kecil yang memulai karir mereka dari kesamaan visi akan menyelesaikan tugas bersama dalam bidang Landscape Architecture ini berangkat dengan persiapan presentasi khusus yang akan dipersembahkan untuk kawan mahasiswa arsitektur di kampus Universitas Tarumanagara.

Bahan presentasi NFN, 1st winner Taman Tebet Competition


Tanya jawab pun tidak terelakan dari tiap-tiap presentasi, kritik dan sanggahan pun tidak lupa dilontarkan oleh audiences terutama para Dosen Arsitektur Univ. Tarumanagara. Tapi memang sangat seru dan menegangkan, dan hal seperti ini yang sepertinya diharapkan.. Seperti Paul Arden said "Do not seek for Praise, seek for critisism.." Jadi semuanya saling bertukar ilmu satu sama lain..


AT GEDUNG 28

Mahasiswa dan mahasiswi berada di pintu kedatangan

Next Destination yang juga sebagai Final Destination untuk Study Tour mahasiswa di jakarta ini. Sebuah bangunan yang terletak di sudut persimpangan jalan di kemang menjadi pilihannya. Bangunan yang dikenal dengan sebutan Gedung 28 ini merupakan salah satu masterpiece dari Arsitek kenamaan Indonesia yang berkantor di Sektor 1 BSD. Dikenal sebagai Arsitek yang merancang dari dasar komposisi dan keindahan yang sejalan dengan keindahan wanita ini, Andra Matin menggubah dua fungsi masa yang saling terintegrasi menjadi sebuah bangunan yang membawa kita akan space-intrigue yang mengejutkan.

Point of View dari semarak kumpulan garis pada fasade

Ekspressi garis bidang pada fasade menjadi bagian paling dominan yang tampak pada bangunan ini. Dengan tidak mengurangi ekspressi2 tersebut, sang perancang membubuhi bagian2 tertentu dengan beberapa titik tangkat yang mungkin dapat menjadi ciri khans bangunan ini saat selintas terlewatan. Sebuah karya yang mudah diingat, itulah ciri karya Bapak Andra Matin.


Salah satu ruang unggulan dengan romantika tanpa nyawa

Pak Aang, begitu sapaan akrabnya, merupakan arsitek yang mengagumi akan kejujuran material yang hampir selalu menjadi andalan bapak tampak sekali pada bangunan ini diungkapkan secara lugas olehnya. Permainan Elevasi yang cukup manis digarap dengan sempurna oleh sang perancang. Gedung 28 menjadi salah satu mahakarya bangunan yang menjadi banyak inspirasi para calon2 arsitek muda indonesia.. Konsep implisit namun nyata menjadi salah satu keunggulan Gedung 28 ini.

Ketika pengunjung berinteraksi dengan isi museum (model: Novan from NFN)

No comments:

Post a Comment

Start a discussion by entering your comment.. choose Anonymous if you don't have any acoounts.